“Ngompol”

Belakangan ini dan depanan juga kayaknya gw males banget nonton tipi…tanya kenapa??? karena tipi gw rusak( becanda ding). Ini serius maksudnya gw lagi mau nulis serius nih, iya beneran gw lagi nulis, serius, sumpeh deh. Klo gw boong gw rela deh dikawinin sama rianti, ayudia dan sarah nanda noon sekaligus (ini mah ngarep nyet). Gw nonton tipi kok orang-orang pada “ngompol” alias ngomong politik. Ada dari partai inilah ada yang dari artis semua pada “ngompol”.

Udah gede ini masih aja “ngompol”, emang udah gede ga boleh “ngompol” lagi ya???(boleh tapi “ngompol” nya udah lain hahahh). Gw agak skeptis, apatis, autis, testis sama orang-orang politik. Awal sebelum jadi anggota DPR/MPR aja udah pake duit. Dan secara logika aja duit itu kan pasti harus kudu balik modal kan??? Apa ada orang yang ngabisin duit jutaan bahka milyaran hanya untuk dapatin “pekerjaan” yang cuma bergaji puluhan juta se tahun??? Dan sekian persen dari gaji mereka pun harus disetor ke partai untuk dana partai.

jadi apa sih sebenarnya motivasi orang-orang untuk jadi anggota legislatif? Gw jarang menemukan pemimpim kita yang di gedung rakyat sana yang melakukan hal-hal yang menggebrak yang kontroversial tapi bagus. Semuanya hanya biasa saja. Malah hal-hal negatif yang banyak terdengar. Korupsi, main perempuan, tidur, mark-up dana, berantem antar komisi dan banyak lagi. Apa ini orang-orang pilihan kita? Apa benar mereka yang kita pilih?

Kok ga ada ya pimpinan kita yang turun ke jalan menyatu dengan rakyatnya seperti pemimpin jaman dulu atau raja-raja jaman dulu? Kita terlalu sibuk dengan dunia internasional, ngurusin negara orang padahal negara sendiri saja diacak-acak sama negara lain kok diam saja. Mana Bung Karno muda yang berani meneriakkan lantang ” Ini Dadaku mana dadamu?”. Pemimpin kita tidak berani mengambil sikap. Tidak mau duluan dan menyatakan diri. Semua mau main aman ” asal bapak senang”. Kita kok seperti tidak berdaulat, tidak berdiri dengan kaki sendiri. Para caleg yang di tipi semua mengeluarkan kata-kata manis saja. Tidak ada yang berani mengatakan hal-hal kongkrit. Semua hanya teoretis saja. Nanti saya ginilah gitulah…pokoknya klo paratai saya menang saya akan membuat anda sejahtera…bullshit ! Mohon maaf klo ada yang dari anggota legislatif. Anda tidak boleh marah. Anda harus jadikan ini sebagai motivasi untuk berbuat lebih baik untuk bangsa ini. Saya sudah 25 tahun hidup di republik ini tapi kok merasa kemajuan kita pelan banget. Pendidikan makin mahal. Kesehatan, bahan pokok naik. Belum lagi korupsi masih aja, apa mereka ga malu dengan keadaan Bangsanya ini??? sudah tahu rakyat susah tapi mereka asyik-asyik nya berada dalam mobil mewah rumah mewah hasil korupsi. Mereka terlalu sering ke luar negeri sehingga tidak pernah melihat apa yang terjadi di lampu merah. di kolong jembatan, di bantaran kali, betapa keras kehidupan mereka. Tidak ada yang memikirkan solusi untuk mereka.

Mereka ketawa-ketawa di tipi mendapatkan popularitas sedangkan di luar sana banyak rakyat yang masih berjuang untuk menyambung hidup. Tidak ada yang berjuang membela hak-hak mereka. Apakah mereka tidak bahagian dari republik ini? Siapakah mereka? Apakah mereka tidak memiliki hak yang sama dengan warga negara yang lainnya? Berikan mereka kesempatan !

Advertisements

2 Responses to ““Ngompol””


  1. 1 andiy April 29, 2009 at 4:46 am

    weewwww..
    brarti lu jg mulai NGOMPOL donk jeck…
    hahahahahaa…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: