supply demand

kemaren habis kuliah economics business gw belajar tentang supply and demand gitu. Kan teorinya gini, kalau demand naik dan supply tetap maka price akan naik. Sebaliknya kalau supply naik dan demand tetap maka price akan turun. Kalau supply dan demand bertemu di suatu titik maka titik tersebut disebut titik equilibrium…

Contoh yang diambil dosen gw waktu itu adalah tarif hotel atau penginapan di bandung di saat weekend. Kalau disaat weekdays kan tidak ada kenaikan demand. Disaat weekend kan banyak pelancong( ini bukan jenis bencong lho walaupun bencong juga banyak bermunculan disaat weekend ) ya kita lanjutin ya…banyaknya pelancong dari luar kota ini kan butuh penginapan yang menyebabkan demand terhadap hotel jadi naik. Kalau manajer hotel tetap menggunakan tarif yang sama maka akan terjadi waiting line para pelancong yang ingin mem-booking kamar. Dan setiap beberapa menit sekali sang manajer akan kedatangan tamu yang terus memesan kamar padahal kamar sudah fully booked.

Disini berlaku hukum supply and demand tadi. Jumlah hotel yang tersedia tidak bertambah (supply tetap) dan demand naik maka price naik. Tetapi manajer hotel menaikan tarif penginapan bukan untuk mendapatkan keuntungan walaupun disini ada opportunity untuk itu dan memang wajar.

Manajer ternyata menaikan tarif agar dia tidak sibuk melayani pelanggan yang bolak-balik setiap menit menanyainya tentang adanya kamar kosong yang tersedia. Kalau harga tetap maka dia akan diburu oleh pelancong tadi dan dia tidak mau hal itu terjadi. Jadi kenaikan harga tersebut bertujuan untuk menghindari pelancong(sekali lagi ini bukan jenis bencong yang baru) tersebut. Itulah hal yang bisa saya tangkap dari kuliah hari itu. Kuliah itu tidak sulit kan???heheehehehehhe……

Advertisements

3 Responses to “supply demand”


  1. 1 kk cantik June 2, 2009 at 12:36 pm

    kuliah mah gak susah..ujiannya tuh yg susah..
    yg kk gak ngerti,kenapa ya penulis ini selalu membawa ‘bencong’ ke dalam tulisanya..demen bencong ya skrg??????????? ndak do na lai?? wkwkkwkwk..

  2. 2 ridhobustami June 2, 2009 at 3:28 pm

    kaye jengkol jek……
    makin hari makin rame yang demen…..
    tapi makin langka ntu pohon…….

    gmane kalo kite bisnis pohon jengkol…….

  3. 3 Harris June 3, 2009 at 4:38 am

    Aduh, aduh, ceritanya bener, kesimpulannya keliru.
    Cara berpikir bencong dibawa bawa, yuuuuuk…..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: