Archive for May, 2010

nomaden modern

Membaca pengalaman perjalanan orang-orang membuat semangat saya buat traveling semakin menjadi-jadi. Maklum udah lama juga saya tidak traveling lagi sejak dari lombok desember kemaren. Pengalaman mereka hanya saya bisa bayangin aja. Mereka udah keliling Asia, Eropa dan Amerika sedangkan saya keliling Indonesia aja belom.  Masih seputar Sumatera, Jawa, Bali, dan Lombok. Belum nyebrang ke Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Saya juga ingin menginjakan kaki di negara orang, ga hanya Indonesia tercinta ini aja. Tapi saya juga ga pengen cap passport pertama saya itu negara Singapore apalagi Malaysia. Minimal Thailand ato Vietnam lah klo bisa Eropa. Kapan yah itu terwujud??? kata sepupu saya kalo mau ke Eropa pasti kesampaian lah, ga mahal-mahal amat kok. Nah mahal itu sangat relatif. Saya ingin menjelajah dunia ini. Banyak hal yang masih belum saya pelajari. Seperti yang dijelaskan pepatah Minang: banyak berjalan, banyak yang didapat/dipelajari. Mungkin salah satu penyebab banyaknya orang Minang merantau. Untung juga sih mereka merantau karena memudahkan saya sebagai seorang muslim untuk mencari makanan yang halal di daerah yang mayoritas non muslim atau saya baru pertama kali ke daerah tersebut.  Ya rumah makan padang sering menyelamatkan saya(walaupun ga semua rumah makan padang yang jualan orang padang).

Eropa bagus, Amerika bagus dan negara Asia lainnya bagus tetapi dari pengalaman mereka yang pernah kesana tidak sedikit yang masih menyebut negara Indonesia juga bagus dan lebih bagus dari negara-negara tersebut dari segi objek wisatanya. Banyak pulau/pantai yang belum ter-explore di Indonesia dan masih alami bagai surga. Sebenarnya apa yang ada di luar negeri juga ada disini mungkin yang membedakan fasilitasnya. Tapi untuk bisa tau dan menghargai negara kita mungkin kita harus ke negara orang lain dulu.

Saya juga punya keinginan untuk keliling Indonesia dari Sabang sampai Merauke dan juga singgah ke provinsi yang dulu sangat terkenal karena sering muncul di pelajaran sejarah/geografi sebagai provinsi termuda yaitu Timor Timur(sekarang negara Timor Leste). Saya pingin ke Aceh lewat darat naik vespa. Dari Padang-rantau prapat-Medan-Aceh-Pekanbaru-Padang. Mungkin nanti disambung lagi Padang-Jambi-Palembang-Lampung-Jakarta-Bandung. Mungkin nantinya road trip Jawa-Bali-Lombok. Duitnya dari mana? waktunya kapan? impian lah dan mudah-mudahan kecapai sebelum tua. Kalau kerja kantoran kayaknya susah terwujud karena harus cuti yang mungkin pas masuk kantor udah dipecat hahahaha….Saya juga baca pengalaman seseorang tentang kehidupannya. Dia nabung biar bisa jalan-jalan. Setelah tabungannya dirasa cukup eh kemudian menikah dan tabungannya dipakai buat nyicil rumah, mobil dan kredit-kredit lainnya. Setelah berusia diatas 30 an baru bisa jalan-jalan ke luar negeri. Padahal dia memiliki jabatan di level manager di perusahaan asing pula.

Negara Eropa yang pingin saya tuju pertama adalah Perancis atau Italia. Pinginnya tinggal lama disana dan bukan sebagai turis. Saya pingin mengenal bu(d)ayanya orang Italia yang terkenal dengan Cassanova-nya. Atau bercakap-cakap Perancis yang mereka klaim sebagai bahasa paling seksi di dunia. Mengenal dan menjadi orang lokal lah intinya. Dalam waktu dekat mungkin “mencicil” dulu pulau-pulau Indonesia yang ribuan ini(negara ini banyak banget sih pulaunya). Mentawai, Derawan, wakatobi, dan Raja Ampat.

Ntar lagi piala dunia dan thesis belum selesai dan duit tidak punya. Sepertinya masih tertunda lagi dan lagi-lagi masih terdampar di kota ini, setidaknya parijs van java hahahaha…

* berlalu pergi beli makan dan dvd